Feeds:
Posts
Comments

take from http://wisata.kompasiana.com by Arief Basuki

Green Canyon adalah tempat wisata alam didaerah kecamatan cijulang kabupaten ciamis provinsi jawa barat letaknya dekat dengan tempat wisata Pantai Pangandaran kurang lebih 30km dari pangandaran, tempat wisata ini merupakan tempat wisata alam yang cocok untuk wisata “uji adrenalin atau uji nyali” hehehe…..tepatnya wisata Body Rafting berenang mengikuti aliran sungai ga pake cano atau perahu cukup pake body protector selebihnya berdoa dan siapkan mental ikuti aliran airnya dan ikuti petunjuk instruktur pendamping.

Bila anda memutuskan untuk datang ke green canyon

1. 1. Pake transportasi umum dari bandung naik bis Budiman jurusan bandung – pangandaran ntar turun di pangandaran trus nyambung lagi pake angkot ke cijulang ntar langsung turun di green canyon, oh iya bandung – green canyon kurang lebih 6 jam.

2. 2. Pake transportasi umum dari jabodetabek naik bis budiman juga jurusan pangandaran ntar turun dipangandaran trus nyambung lagi angkot ke cijulang turun di green canyaon pasti sampe.

3. 3. Pake transportasi pribadi langsung aja meluncur ke green canyon…..

Pos persiapan, ditempat ini kita siap siap untuk perjalanan Body Rafting kita akan ditemani oleh para instruksur pendamping yang berpengalam mereka merupakan penduduk setempat yang mengelola tempat wisata ini, sebelum menuju kesana sebaiknya kita sudah booking tempat ke pengelola.

133915804479596351

Dari pos kita akan menuju hulu sungai dengan menggunakan mobil pick up yang telah disediakan oleh instruktur pendamping.

 13391583641933403554

13391586401139346673

tiba di titik pendaratan, sebetulnya bukan bagian hulu tapi lumayan jauh dari pos utama.

13391614111832803218

1339161465426997992

1339161529593156069

Mulai perjalanan body rafting, untuk barang barang berharga sepeti hp, dompet dititipkan ke instruktur, barang2 tsb disimpan ditas instruktur yang kedap air jadi jgn khawatir basah dan bawa minuman mineral saja jangan lupa tentunya kamera disarankan kamera yang tahan air, perjalanan dari titik pendaratan ke titik akhir kurang lebih 4 jam.

1339162796429427254

13391628451014827654

133916304110334318251339162934484787424

mulai perjalanan mulai uji adrenalin mulai uji nyali……

13391632161530351353

13391633681643279905

berpose sambil beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan….

133916426430804179913391642011792195314

13391644431729816376

istirahat ke 2, ada beberpa spot yang tidak bisa dilalui karena banyak bebatuan jadi kita jalan menyusuri pinggiran tebing…..

133916461275070068

13391647021585772095

ini salah satu spot yang paling menarik, di spot ini adalah titik akhir dari perjalanan body rafting, selain body rafting untuk menuju titik ini bisa dicapai dengan menggunakan perahu dari pos pemberangkatan.

13391653801528974788

1339165422443990390

akhir perjalanan body rafting menuju pos akhir……

take from http://relatifato.blogspot.com

Nama Green Canyon sudah sangat populer sebagai kawasan wisata alam yang menawarkan daya tarik tersendiri. Terletak di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, sekitar 31 Km dari kawasan wisata Pangandaran, Jawa Barat.

Objek wisata yang mempunyai nama asli Cukang Taneuh ini sebenarnya merupakan aliran sungai Cijulang yang melintas membus gua yang penuh keindahan pesona stalaktit dan stalakmitnya.

Belum lagi, sungai yang diapit bukit penuh dengan bebatuan dan rerimbunan pepohonan bak lukisan alam  yang menantang untuk dijelajahi. Belum lagi air sungai Cijulang yang berwarna hijau tosca, mengugah rasa keingintahuan. Mungkin dari sinilah nama Green Canyon.

Alur aliran sungai Cijulang ini cukup panjang. Untuk mencapai lokasi, wisatawan harus berangkat melalui dermaga Ciseurah. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu tempel atau kayuh yang banyak tersedia.

Jarak antara dermaga dengan lokasi Green Canyon sekitar 3 km, yang bisa ditempuh dalam waktu 30-45 menit. Sewa perahu yakni Rp.75.000 per perahu untuk sekitar lima orang. Setibanya di lokasi, kita bisa dengan puas berenang dan menikmati keindahan alam yang sangat jarang ditemui.

Tidak ada kata-kata yang pas selain takjub pada suasana dramatis ketika air terjun kecil jatuh dari ketinggian. Cahaya matahari yang terpantul di dinding-dinding tebing dan tak jarang pelangi muncul menghiasi.

Bagi yang suka menantang adrenalin, dapat meloncat dari sebuah batu besar dengan ketinggian 7 meter ke dasar lubuk yang dalam. Tapi jika masih belum puas memicu adrenalin, pengunjung bisa mencoba alternatif lainnya yakni menikmanti arus sungai Cijulang dengan body rafting.

Body rafting, semacam rafting dalam bentuk lainya. Jika biasanya menjelajah arus liar sungai dengan menggunakan perahu karet, kali ini hanya mengandalkan kemampuan tubuh untuk berenang dan mengapung mengikuti arus.

Meski demikian, aktivitas ini aman untuk siapa saja yang tidak bisa berenang. Lantaran dilengkapi pengaman tubuh seperti jaket pelampung, helmet, deker, coral boat, dan pemandu, serta asuransi.

Untuk mencoba aktivitas ini, tinggal menghubungi pengelola jasa ini yang menyediakan paket body rafting. Salah satu pengelola paket body rafting yakni Guha Bau body rafting. Cukup merogoh kocek Rp.175.000 per orang, aktivitas petualangan ini sudah bisa jajal.

Biasanya, untuk body rafting bakal dikelompok dalam tim berjumlah 5 orang tiap kelompoknya. Selanjutnya dengan menggunakan pick up yang sudah disediakan pengelola , tiap kelompok diantar menuju lokasi start body rafting.

Sisi petualangan sudah mulai terasa, yakni menelusuri jalan bebatu dengan jalan penuh tanjakan dan terkadang turunan tajam. Kanan kiri jalan tampak berbukitan batu kapur yang gersang. Sampai di pos, petualangan kembali dilanjutkan dengan tracking di hutan menuju sungai Cijulang.

Sampai di tepi sungai, tepat di depan mulut gua dengan bau menyengat dari kotoran kelelawar. Menjadi posisi start, menjelajah arus sungai sepanjang 5 Km atau ditempuh dalam kurun waktu 4-5 jam.

Melihat arus sungai yang terhitung liar, nyali pun sedikit ciut. Sejenak untuk menghilangkan rasa ragu-ragu, tidak lupa berfoto ria dan dilanjutkan berdoa. Kemudian, siap loncat terjun ke sungai dengan arus yang relatif deras.

Satu persatu, peserta body rafting loncat ke sungai. Pemandu pun mulai sibuk menuntun setiap peserta supaya tidak panik dan mengikuti jalur yang aman. Maklum saja, coral-coral sudah menghadang. Lengah sedikit, resiko kepentok batu menjadi bayarannya.

Belum lagi, jeram yang harus di lewati. Peserta harus benar-benar memperhatikan instruksi pemandu. Kalau tidak akibatnya fatal, terbentuk batu. Meski demikian, sensasi ini yang menggugah adrenalin. Kepuasan pun terbayar sudah, setelah melewati jeram.

Belum lagi, saat diarus yang tenang. Peserta bakal dituntun untuk membentuk semacam baris, persisi seperti kereta api. Sembari badan menengadah ke atas menikmati tebing-tebing. Wow, indahnya.

Untuk ke Green Canyon tidaklah sulit, via terminal Kampung Rambutan Jakarta. Menggunakan bus Gapuraning Rahayu dengan tarif sebesar Rp60.000. Perjalanan di tempuh hampir 9 jam, berangkat pukul 20.00 wib, tiba di terminal Pangandaran pukul 05.00 wib.

Nah, kalau sudah memesan paket body rafting. Sama pengelola kita bakal dijemput dengan menggunakan pick up terbuka. Tapi harus merogoh kocek sebesar Rp200.000 untuk satu hari full. Pick up ini yang bakal mengantar kita ke Green Canyon dan selanjut meneruskan wisata ke pantai Batu Karas dan Batu Hiu. Met berliburrr….

Diposkan oleh di 03:13

Green Canyon

take from:http://jejakshally.blogspot.com

Pantai . . .

Siapa yang mau nolak untuk liburan ke pantai, apalagi pantainya Pangandaran. Walaupun awalnya di larang buat pergi jauh karena demam dan batuk yang gak sembuh-sembuh tapi akhirnya rayuan maut bisa bikin nyokap luluh juga. Ahahahhaaa . . .
Dan walaupun tidak sebagus pantai-pantai di Pulau Bali dan tidak senyaman pantai-pantai dibagian tumur Indonesia, tapi Pangandaran sangat cukup lah untuk dimasukin ke daftar tempat liburan.

Tepatnya sih minggu kemarin, rombongan temen sekelas dan plus-plus nya ngadain liburan ke Pantai Pangandaran. Ada Ade, Fitri, Bram, Ami (Rahmi), Vira (Upil),  Rian (Dodo), Dhika (Kikir), Yayuk, Manda, Galang, dan gw. Emang rame, jadi kita mutusin buat bawa 2 mobil. Seharusnya ada Aziz yang ikut bareng rombongan, tapi karena banyak hal yang susah dimengerti jadi dia gagal ikut deh.

Kita berangkat dari Depok sekitar jam 9-10 malem, kenapa kita berangkat malem? Yaa karena kita masih rajin untuk ikut jam kuliah dulu, dan Galang harus kerja dulu. Mungkin karena sehabis libur lebaran dan tidak ada libur panjang jadi jalanan sepi banget, tronton-tronton juga gak sebanyak weekend, jadi enak banget tanpa ngebut juga kita sampenya cepet.

Tapi tetep aja diperjalanan ada yang kecelakaan gitu, kurang tau juga gw separah apa mereka karena mobil yang kecelakaan itu mobil yang letaknya dibelakang mobil yang gw naikin, dan mobil yang letaknya didepan mobil temen-temen gw naikin. Jadi mobil yang kecelakaan itu letaknya diantara mobil yang gw naikin sama mobil temen gw satu nya.
Sampe kota Banjar udah subuh, jadi kita cepet-cepet ke penginepan yang letaknya di antara pantai Timur dan Barat Pangandaran. Berhubung rencana awal kita masak sendiri alias gak beli makanan mateng jadi sesampainya di penginepan langsung wanita-wanita nan uhuy ini ribet masak. Mulai dari rice cooker nya Galang yang rusak jadi mau gak mau si Fitri masak nasi pake langseng ( semacem kukusan gitu, itu juga karena Dodo yang dipaksa minjem ke pemilik penginepan), Vira yang nge-goreng telor dengan kebanyakan minyak, dan Manda yang berhasil bikin satu rumah penginepan terbatuk-batuk gara-gara manasin sambel terasi.

Sekitar jam 10 siang kita semua langsung cabut ke Green Canyon. Ini adalah pertama kalinya gw ke Green Canyon dan pertama kalinya ikut body rafting. Emang bener kata orang klo Green Canyon itu keren banget, cuma maaf hasil fotonya tidak sekeren hasil mata gw melihat saat disana hehehehheee.

Berkali-kali mulut cuma bisa bilang, keren, anjriiit, mantep, ya Tuhan, Subhanallah. Itu alam bener-bener terlihat sangat ramah, sempet kebayang ini aja gw baru di Green Canyon nya Pangandaran apalagi gw ada di Ranu Kumbolo atau mungkin Mahameru, oooh tidaaaak. Gak kebayang deh merindingnya kayak apa.

Oh ya yang buat jarang olahraga klo mau kesini sebisa mungkin sempetin untuk olahraga dahulu karena jalur body raftingnya emang butuhin tubuh yang fit dan otot-otot yang lentur biar sehabis itu badan gak kaku/ngeretek/kemeng/pegel kayak gw dan temen gw lainnya.

Baru setengah perjalanan kita udah sibuk nanya.
“Kang masih jauh gak?”
“Kang kapan sampe nya?”
“Sekitar berapa meter lagi Kang?”
Tapi si pemandu nya cuma bilang, “Sebenetar lagi…”

Walaupun badan capek tapi mata gak pernah capek buat ngerekam semua yang ada di sana.

Yang gw aneh, itu kan air banyak dan ada beberapa bagian yang tidak dangkal juga tapi kok gak ada binatang aneh-aneh ya? Yang gw liat cuma ikan kecil-kecil di sela kaki gw, atau gak burung yang terbang-terbang melintas di jalur body rafting. Atau jangan-jangan sebenernya ada binatang yang ukurannya gede banget tapi dia hidupnya di dasar, untungnya gw baru kepikiran itu sekitar 30 meter dari perahu tumpangan, jadi gw buru-buru aja berenang nyari tempat yang tinggi biar badan gw gak ada di dalem air.

Sewaktu masih body rafting, gw sama Galang sempet ketinggalan rombongan. Gw rada-rada lupa awal nya kenapa tau-tau disebelah gw tinggal si Galang doang, dan yang lainnya di depan sekitar 50-70 meter mungkin, cuma karena itu jarak di air jadi kayaknya jauuuuh banget. Si Galang yang terus minta tungguin tapi rombongan terus berenang ngikutin arus bikin panik, gw fikir si Galang jago berenang jadi gw santai aja ngeduluin dia berenang taunya dia kurang mahir makanya dia juga panik minta tungguin.

Dan jangan sampe deh nyuekin si pelindung badan, dari helm sampe temen-temennya. Karena kita yang pake full pelindung aja masih dapet hadiah memar dan lecet-lecet kegores batu dari tangan, sikut, pantat, sampe pinggang apalagi yang nekat gak pake pelindung.

Ehh tapi jangan dengan begitu kalian yang mau ikutan liburan kayak gini jadi takut, justru itu serunya, cape-cape naik batu gede ngos-ngosan tapi pas diatas pemandangannya ngebayar 140ribu kita buat tiket masuk dan ngebayar capek nya kita, jadi kebayang dong kerennya kayak apa. Dan ada tawaran menarik lagi buat adu adrenalin, lompat dari batu dengan ketinggian 3-5 meter.

Pas magrib baru deh kita selesain body raftingnya. Si Dhika dan Yayuk yang gak ikutan body rafting udah panik dikiranya kita ilang atau kenapa-kenapa karena kita gak ada yang bawa handphone, ternyata total kita 5 jam untuk body rafting yang seharusnya 3-4 jam, hehehheee kita lama buat foto-foto soalnya. Jadi cerita selanjutnya akan bersambung dulu, takut episode ini kepanjangan hehehehehee . . .

Diposkan oleh di 23:26

take from http://nuuii.wordpress.com

ImageDari dulu saya selalu tertarik dengan aktivitas di alam bebas, salah satunya adalah rafing. Setelah sebelumnya saya  sempat menjelajah arus liar dengan rafting di Sungai Citarik Sukabumi, Akhirnya saya berkesempatan untuk mencoba rafting dalam bentuk lain yaitu BODY RAFTING. Menarik dan merasa tertantang? tentu saja… Tak seperti rafting biasa yang menggunakan raft (perahu karet)  dan alat dayung, dalam body rafting kita mengandalkan kemampuan tubuh untuk berenang dan mengapung mengikuti arus.  Bagaimana jika kita tidak bisa berenang? Tenang…  body Rafting aman kok, selama kita mengikuti prosedur dan instruksi  pemandu, meskipun tidak bisa berenang kita akan menikmati kegiatan body rafting bahkan cenderung ketagihan :)

Lalu, dimana dan bagaimana kita bisa melakukan aktivitas body Rafting?

Jumat pagi,  saya dan kelima teman saya telah bersiap-siap menuju ke Bandung. Rencananya kami akan bertemu dengan team kantor dari bandung dan akan bersiap-siap menuju ke pangandaran, lalu menginap di Batu Karas dan Sabtu pagi akan body Rafting di sungai Cijulang Green Canyon (Cukang Taneuh). Dari Jakarta kami berangkat pukul 08.00 WIB, Sengaja kami berangkat agak pagi supaya kami tidak buru-buru dan sempat menikmati perjalanan serta berwisata kuliner. Karena sesuatu hal akhirnya kami memutuskan untuk tidak ke bandung terlebih dahulu tapi langsung bertemu di Lokasi kami akan menginap di Batu Karas.

ImagePerjalanan menuju pangandaran sangat menyenangkan, kami sempat berhenti untuk makan siang di Rumah Makan Gentong  di Jalan Raya Gentong No. 6, Ciawi, Tasikmalaya, sempat juga melihat toko makanan dan kerajinan khas Tasikmalaya. FOILovers pasti tahu dong, Tasikmalaya disamping terkenal dengan kerajinan bordirnya, kerajinan payung hias dari kertas pun telah menjadi ikon dari Tasikmalaya.

Setelah puas berwisata kuliner dan sempat berkeliling tasikmalaya, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju pangandaran, Sore sekitar pukul 17.00 WIB kami tiba di Pangandaran. Sempat berfikir untuk mampir dan bermain di pantai Pangandaran, tapi karena pertimbangan esok harinya kami akan menghabiskan waktu untuk mengarungi  sungai Cijulang Green Canyon (Cukang Taneuh) akhirnya kami membatalkan niat itu, dan melanjutkan perjalanan ke Batu Karas.

ImageSekitar pukul 18.30 WIB akhirnya kami sampai di penginapan kami di Batu Karas Sunrise Resort . Tak sempat mandi, kami hanya menurunkan barang bawaan kami dari mobil dan bergegas menuju Rumah makan Seafood Tak jauh dari tempat kami menginap untuk makan malam. Rumah Makan itu terletak di pinggir pantai, sambil menikmati makan malam kami bercanda dan menikmati semilir angin malam pantai batu karas. Selesai makan malam, kami berenang di Resort tempat kami menginap. Kebetulan saat itu tidak banyak yang menginap, hanya beberapa pasangan bule, serombongan keluarga dan rombongan kami. Selesai berenang kami beristirahat, mengumpulkan tenaga untuk persiapan body rafting.

Image

Esoknya, Sabtu pukul 5.00 WIB saya dan beberapa orang teman sudah menuju ke pantai yang terletak di depan resort untuk catch Sunrise, dan pukul 8.00 WIB, kami telah selesai  sarapan dan siap menuju lokasi Body Rafting, setelah  mendapat brifing dan mengenakan jaket pelampung, helm dan sepatu khusus, kami naik kendaraan bak terbuka menuju hulu sungai Cijulang. Berbekal pangalaman Rafting di Citarik, saya dan Lima orang teman tidak memakai sepatu dari pemandu.  Menurut kami Sandal Gunung adalah alas kaki yang tepat kami pergunakan karena dalam Itinerary, disamping kami akan mengapung mengikuti arus kami juga akan naik ke tebing yang tinggi guna menghindari arus yang terlalu deras atau berjalan diatas batu-batu  yang cadas. Pemandu memperbolehkan kami memakai Sandal Gunung karena ternyata para pemandunya juga memakai alas sepatu yang sama seperti kami *kompak* :)

ImageBody rafting dimulai dari Hulu dan akan berakhir di lokasi wisata bernama Green Canyon (Cukang Taneuh) tapi sebeumnya kita harus berjalanan melewati areal perkebunan dan bukit dengan menggunakan kendaraan bak terbuka dan dilanjutkan berjalan kaki selama 5-10 menit. Sampai di hulu sungai kami langsung masuk kedalam air dan belajar mengapung. Setelah semua peserta body Rafing siap kami pun mulai meluncur mengikuti arus sambil menikmati pemandangan di kedua sisi sungai. Ditengah perjalanan pemandu membuka bekal perjalanan berupa makanan ringan dan kami menyantapnya diatas bebatuan besar sambil sesekali pemandu mengingatkan untuk mengumpulkan bungkus bekas makanan, jangan sampai merusak kelestarian sungai dengan sampah. Kami melanjutkan perjalanan, sambil mengapung kami kembali menikmati pemandangan.  tanaman liar dan lumut menghiasi kedua sisi sungai , goa-goa, batu-batu cadas besar, anak penyu sungai yang keluar dari balik batu yang menempel dan bermain disekitar kaki dan tangan kita, Sulur pohon yang menjuntai, Tetesan air yang mengalir dari batu cadas membentuk air terjun mini, semuanya membentuk suatu panorama yang sulit dilukiskan keindahannya.

Betapa Indahnya Indonesia, Betapa mahakarya Tuhan pencipta alam semesta. ..

ImageKurang lebih Tiga jam kami  menyusuri  sungai Cijulang dan berakhir di Green canyon (Cukang Taneuh), dari Green Canyon ini kami naik perahu kecil yang berisi =/-  8 orang menuju tempat tadi pagi kami berkumpul untuk makan siang, Baju basah tak jadi halangan bagi kami. Lahap kami menyantap makan siang dengan menu khas sunda, rupanya energi yang berasal dari sarapan telah musnah  dipakai untuk mengarungi sungai :) Selesai makan siang sebagian dari kami langsung menuju Resort, sebagian lagi menuju pantai untuk bermain-main dengan pasir dan banana boat, Beberapa orang lagi surfing.  Yaah Batu Karas adalah surganya Surfer, Ombaknya yang besar menjadi tantangan tersendiri bagi pecinta laut.

FOIlovers, demikian pengalamanku menguji Adrenalin dengan Body Rafting di Sungai Cijulang dan bermain serta menikmati indahnya Pantai batu Karas.  Penasaran ingin mencoba dan menikmatinya langsung? Ayo jelajah jawa Barat, Nikmati keindahan dan keunikan Indonesia :)

Salam,
Nuuii  | http://about.me/nuuii

take from http://memoirs-musafir.blogspot.com

“Anda sudah pernah ke Green Canyon? ”
Bila belum, sebaiknya anda luangkan waktu minimal sekali saja seumur hidup.

Bila sudah, pertanyaan saya selanjutnya “Apakah anda melakukan body rafting di tempat tersebut?”

Jika tidak, sebaiknya anda kembali kesana lagi dan melakukan body rafting.

Ya…keindahan Green Canyon tidak hanya berada di obyek wisatanya, namun sudah berawal dari hulu sungai Cijulang. Bukannya sekedar promosi, namun silahkan anda simak cerita saya berikut.

Heaven on earth……..
Itulah yang terbayang di benak saya bila mencoba memutar kembali memori perjalanan body rafting bersama ‘Guha Bau’ sepanjang sungai Cijulang – Green Canyon.
Kami berangkat malam hari dari kantor (sempat rehat dan kongkow kongkow sejenak di Paskal Hyper Square, Bandung) dan sampai di ‘kantor’ Guha Bau Body Rafting (terletak di dekat area parkir wisatawan Green Canyon)
pagi-pagi.

Setelah selesai sarapan, kami mulai mengenakan perlengkapan untuk body rafting dari mulai life vest (jaket pelampung), coral shoe (sepatu khusus untuk berjalan di karang), decker dan helmet.
Perjalanan dimulai dengan menggunakan mobil pick up. Kaget juga ngeliat medannya yang naik turun bukit dg kondisi jalan yang tidak beraspal. Rada rada mirip kaya naek jet coaster lahh (cuman yang ini pake mobil).

Akhirnya sampailah di base camp awal Guha Bau. Setelah briefing sejenak, maka perjalanan trekking dimulai.

Jalurnya lumayan menantang dan membuat beberapa teman sudah kehilangan semangat sebelum sampai di sungai cijulang. Beruntung beberapa bulan terakhir saya rutin bersepeda santai seminggu sekali. Jadi perjalanan trekking kali ini hampir tidak membuat saya terasa capek sama sekali. Oya..di tengah perjalanan si pemandu menunjukkan kami sebuah lubang yang katanya merupakan atap lubang ventilasi dari Gua Kelelawar.

Dari atas sama sekali tidak kelihatan dasarnya. Namun menurut si pemandu kedalamannya sekitar 75 m. Bau cukup menyengat yang keluar dari lubang tersebut katanya berasal kotoran kelelawar.

Sesampai nya di sungai Cijulang, kami berjalan sedikit di tepiannya dan segera mendapati Gua Kelelawar tersebut. Sayangnya gua tersebut belum di exploitasi menjadi tujuan wisata karena katanya didalamnya terdapat tumpukan kotoran kelelawar yang hampir mustahil untuk dibersihkan. Walhasil kami cuma mendapatkan gambarnya dari luar.

Di depan Guha Bau (Goa Kelelawar) inilah body raftingnya sendiri dimulai. Kamipun segera menceburkan diri.

Wow…Airnya yang jernih dan terasa segar di kulit sudah cukup rasanya membayar lelah di perjalanan bermobil (Jakarta-Pangandaran) dan trekking menuju tempat ini. Belum lagi sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan yang sangat memukau dan memanjakan mata. Masih terbayang rasanya keindahan tebing tebing yang mengapit sungai di kanan kiri kami. Tebing tebing yang dilapisi bermacam jenis vegetasi alami dan juga mengalami proses sedimentasi yang nyata-nyata merupakan hasil pekerjaan alam (baca:Tuhan) setelah melalui proses selama kurun waktu yang cukup lama. Beberapa diantaranya bahkan membentuk spot-spot ‘hujan abadi’, artinya meneteskan air yang cukup deras secara terus menerus.

Sayangnya kami datang di penghujung kemarau, sehingga debit air sungai statusnya berada di level paling rendah. Hal ini membuat beberapa kali (maaf) pantat kami terantuk batu terutama saat mendekati jeram-jeram kecil.

Serunya, beberapa kali kami harus melompat karena perbedaan ketinggian arus sungai. Ada juga batang pohon besar yang entah disengaja atau tidak teronggok di tengah sungai menjadi salah satu spot untuk melompat.

Di beberapa tempat yang dangkal kami harus berjalan menyusuri tepian sungai

Di beberapa spot air tenang merupakan tempat relaksasi yang sempurna. Kami berjajar telentang beriringan dengan ditemani suara alam, karena selain suara dari rombongan kami tidak terdengar suara apa apa selain nyanyian alam. Sekali nampak terlihat seekor monyet bergelantungan di pohon yang tinggi.

Tak terasa setelah kurang lebih 3 jam mengarungi sungai cijulang, kami mulai mendekati obyek wisata Green Canyon. Dan memang ternyata di tempat inilah puncak keindahan tebing-tebingnya. Di salah satu tebingnya (tempatnya cukup tinggi), terdapat air yang memancur cukup deras dari atas. Tidak sederas air terjun, namun lebih mirip seperti hujan lokal. Segera saja saya dan dan salah seorang teman saya memanjat keatas dan mengguyur tubuh kami dengan shower alami tsb. Wuiihhh….suegernyaaaaaaaaa……………….

Tidak jauh dari spot tsb saya melihat batu payung yang kesohor dari banyak tulisan di blog-2 orang mengenai Green Canyon. Dengan tak sabar saya segera memanjatnya. Ternyata naiknya lumayan sulit, dan saya yakin tidak semua orang berani memanjat ke atas batu tsb. Dengan penuh percaya diri saya memanjatnya untuk melakukan ritual melompat dari atas batu tersebut.

Namun sesampainya di atas batu tersebut nyali saya langsung ciut. Batu berketinggian sekitar 6.5 meter tersebut berbentuk melengkung seperti payung. Rasanya lebih tinggi saat berada di atas ketimbang melihatnya dari bawah. Yang bikin nyali tambah ciut lagi yaitu karena dari atas batu yang melengkung tersebut kita tidak bisa melihat titik dimana kita nantinya akan jatuh tercebur di air. Berhubung rasanya nggak mungkin lagi untuk turun dan ada seorang pelompat sebelum saya bilang “ahh…lompat ahh…cuma sekali seumur hidup..” akhirnya setelah celingak-celinguk (barangkali ada yang jual hormon adrenalin di tempat tsb) saya kuatkan diri untuk melompat. And finally……….JUMPPP!!!…….and ………….byuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrr…….
(Berhubung tidak terdokumentasi, maka gambar lompatan batu payung ini saya ambil dari blog milik orang lain)

Lepas sudah ketegangan setelah badan masuk ke dalam air.

Setelah itu segera saya lepaskan semua peralatan pelindung body rafting saya untuk betul-betul menikmat keindahan ciptaan Allah tsb meskipun akibatnya kaki saya berdarah karena sempat terbentur batu. Berenang di air sungai yang sejuk, jernih berwarna hijau tosca dengan diapit tebing-tebing eksotis merupakan pengalaman yang sulit dilukiskan dengan kata-kata dan hanya bisa dirasakan.
Cewek bule yang baru datang dari arah berlawanan sedang berbicara kepada temannya (yang juga bule) ketika berpapasan dengan saya, “Wooowww…..It’s a paradise…..”

Special Thanks to :

  • Masyarakat di sekitar sungai Cijulang yang cukup berhasil menjaga keaslian dan keasrian Sungai Cijulang. Semoga keasriannya terus terjaga hingga masa masa y.a.d. Saya berharap anak-anak saya kelak masih bisa menikmati keindahannya.
  • Guha Bau Body Rafting, ‘pemilik gua kelelawar’ yang mengantar kami melalui jalur/trek khusus terjauh yang tidak ditempuh oleh penyelenggara body rafting yang lain.
  • Teman-Teman se-departemen……..”It’s a really nice vacation with all of you”

“Let’s leave our children a greener-cleaner world”

TENTANG GUHA BAU

Guha Bau merupakan sebuah gua yang lokasinya 3 km dari sekretariat Body Rafting Guha Bau. Di namakan Bau karena dari mulut gua tercium bau yang sangat menyengat dari kotoran kelelawar yang menghuni gua tersebut. Oleh masyarakat sekitar kotoran kelelawar tersebut dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Pemanfaatan pupuk dari kotoran kelelawar sudah dilakukan kurang lebih dari tahun 1990 an.

Guha Bau (guha berarti gua) yang dihiasi dengan stalagtit dan stalagmit ini memiliki kedalaman gua yang sangat dalam yang secara pasti kedalamannya belum terukur karena belum ada yang mengukurnya ataupun melakukan kegiatan caving, namun demikian penduduk sekitar sudah ada yang mencoba masuk lebih dalam.

Keindahan alam di sekitar gua bau tidak kalah menariknya dengan objek utama di cukang taneuh. Kegiatan renang, panjat tebing atupun kegiatan lainya bisa di lakukan tentunya kegitatan tersebut harus di dampingi oleh pendamping yang mengetahui seluk beluk daerah tersebut.

Akan sangat terasa sekali apabila anda berkunjung dan menikmati keindahan dan pesonanya.

  • Lama perjalanan 4 -5 Jam dari start sampai finish, di mulai dari sekretariat dengan mengendarai kendaraan bak terbuka selama setengah jam ke arah Guha Bau. Pastikan sudah sarapan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan ini.
  • Kenali kemampuan diri, jika kemampuan berenang minim maka minta di dampingi oleh extra pemandu.
  • Tetap mengunakan pelampung dan helm dan perlengkapan lainnya saat berada di air maupun dalam keadaan istirahat sejenak di tengah perjalanan di pinggir sungai.
  • Jangan membawa benda berharga seperti perhiasan, uang, HP, Kunci Mobil/Motor di saat pengarungan, simpan benda berharga di tempat yang aman atau titipkan di sekretariat.
  • Bawalah makanan ringan dan minuman seperlunya dan pastikan terbungkus rapi sebelum di masukan ke dalam Dry Bag.
  • Pastikan diri tidak dalam keadaan pengaruh alkohol dan obat – obatan terlarang sebelum malakukan kegiatan Body Rafting ini.
  • Jangan memaksakan diri mengikuti kegiatan Body Rafting ini apabila dalam keadaan sakit atau dalam masa pengobatan dan perawatan.
  • Khusus yang mempunya penyakit epilepsi/Ayan agar tidak mengikuti kegiatan ini.
  • Beritahukan kepada pemandu kami apabila ada kelaianan penyakit yang di pandang perlu pengawasan extra.
  • Jangan berbicara menantang atau sombong atau seenaknya sewaktu dalam perjalanan.
  • Pastikan bahwa anda telah mengerti sepenuhnya tentang cara, teknik dan instruksi yang di sampaikan pemandu kami bila perlu mintalah untuk di ulang kembali dan jangan sungkan untuk meminta bantuan apapun yang berkaitan dengan kegiatan Body Rafting ini.
  • Jika anda yang memakai kecamata pakailah tali untuk pengaman agar tidak terlepas di perjalanan air.
  • Bagi yang memiliki rambut panjang, ikatlah rambut dengan rapih dan jangan sampai menghalangi jarak pandang anda.
  • Batas Minimum usia adalah 13 tahun untuk bisa mengikuti kegiatan Body Rafting ini dan di sarankan bisa berenang atau mintalah extra pemandu khusus untuk mendampingi dan mengawasi selama kegiatan Body Rafting berlangsung sampai dengan finish.